Rapat
Dadakan
Hari
ini rapat PH mingguan. Sisepi sebagai ketua perusahaan SUSAMU (Susu Sapi Murni)
mengadakan rapat mendadak.
Sisepi
sudah menunggu di ruang rapat. Panik, saking paniknya, setiap beberapa detik
akan mendengus sambil, jalan bolak-balik sudah mirip setrika.
“Mana
pula teman-teman ini, kenapa jam segini belum pada muncul, ini kan mendadak.
Bikin hati makin gusar aja.”
Tiba-tiba
muncul sikebo, salah satu anggota rapat yang selalu patuh pada semua perintah
ketua dan selalu tepat waktu. Tapi entah mengapa, rapat siang ini sikebo malah
telat 20 menit. Prestasi yang benar-benar merosot jauh.
“Maaf…saya
telat, tadi dalam perjalanan kesini ada sedikit kendala.” Dengan nafas
tersengal-sengal sikebo menjelaskan perihal keterlambatanya. Karena
sikebo selalu datang tepat waktu pada rapat-rapat sebelumnya, maka sisepi
memafkan dan menyuruh sikebo duduk.
“ Ya
sudah, silahkan duduk. Atur nafas kamu, jangan lupa tengok kiri kanan…”
Karena
takutnya dan merasa bersalah karena sudah datang terlambat apalagi dalam kondisi
mendadak seperti siang ini, langsung mengikuti instruksi bapak ketua. Dan…
“Hah,
yang lain kemana?” terkejut sikebo setelah menengok kiri kananya, yang ternyata
tak ada seorang pun di tempat itu selain mereka berdua.
“Lha
malah nanya…ya..belum pada datang lah sikebo… Sudah lihat kan, kalau gitu
segera hubingi anggota rapat yang lain, agar rapat bisa segera dimulai.”
“
Oke..siap bos…” sambil tersenyum legah sikebo menghubungi anggota rapat yang
lain. Kok jam segini belum pada datang ya, tanyaku dalam hati. Padahal kan sms
nya penuh ancaman, wah bakal rame nih.
Seperti
sudah direncanakan anggota rapat yang lain muncul bersamaan dan berdiri didepan
pintu dengan wajah polos tanpa dosa. Berdiri….belum juga ada satupun yang
beranjak dari depan pintu. Akhirnya sisepi langsung mempersilahkan masuk,
tentunya dengan nada yang tinggi.
“Ayo
masuk…tunggu apalagi. Ngapain bengong didepan pintu kayak gitu. Kalian udah
telat 30 menit. Kita sudah membuang waktu selama 30 menit.”
Tanpa
basa-basi, mereka langsung masuk lalu masing-masing mengambil tempat. Ketua
melanjutkan wejangannya.
“Waktu
itu sangat berharga, jika kalian selalu datang terlambat seperti ini,
perusahaan akan mengalami kerugian minimal rugi waktu. Kalian pernah dengar
pepatah Waktu adalah uang.. Time is money? Semoga kalian bisa belajar dari pepatah
itu. Oke, rapatnya langsung kita mulai saja. Kalian tau kenapa siang bolong
kayak gini saya mengadakan rapat tiba-tiba? Sudah dengar desas-desus tentang
wabah penyakit kolera yang sudah meraja lela sampai ke daerah kita ini. Wabah
penyakit itu mengancam keselamatan para ibu sapi perah penghasil susu, yang
menjadi tonggak perusahaan kita. Wabah penyakit itu sangan berbahaya, menyerang
siapa saja. Jadi rapat siang ini membahas tentang wabah penyakit menular itu.
Bagaimana usaha kita agar penyakit itu tidak semakin menjalar didalam
perusahaan kita ini. Sudah ada ibu sapi yang terkena penyakit itu. Sekarang dia
sedang dirawat di RS perusahaan SUSAMU. Ada saran?”
Sikebo
langsung mengacungkan tangan.




