Senin, 10 Juni 2013

Seandainya

Rapat Dadakan

Hari ini rapat PH mingguan. Sisepi sebagai ketua perusahaan SUSAMU (Susu Sapi Murni) mengadakan rapat mendadak.
Sisepi sudah menunggu di ruang rapat. Panik, saking paniknya, setiap beberapa detik akan mendengus sambil, jalan bolak-balik sudah mirip setrika.
“Mana pula teman-teman ini, kenapa jam segini belum pada muncul, ini kan mendadak. Bikin hati makin gusar aja.”
Tiba-tiba muncul sikebo, salah satu anggota rapat yang selalu patuh pada semua perintah ketua dan selalu tepat waktu. Tapi entah mengapa, rapat siang ini sikebo malah telat 20 menit. Prestasi yang benar-benar merosot jauh.
“Maaf…saya telat, tadi dalam perjalanan kesini ada sedikit kendala.” Dengan nafas tersengal-sengal sikebo menjelaskan perihal keterlambatanya. Karena sikebo selalu datang tepat waktu pada rapat-rapat sebelumnya, maka sisepi memafkan dan menyuruh sikebo duduk.
“ Ya sudah, silahkan duduk. Atur nafas kamu, jangan lupa tengok kiri kanan…”
Karena takutnya dan merasa bersalah karena sudah datang terlambat apalagi dalam kondisi mendadak seperti siang ini, langsung mengikuti instruksi bapak ketua. Dan…
“Hah, yang lain kemana?” terkejut sikebo setelah menengok kiri kananya, yang ternyata tak ada seorang pun di tempat itu selain mereka berdua.
“Lha malah nanya…ya..belum pada datang lah sikebo… Sudah lihat kan, kalau gitu segera hubingi anggota rapat yang lain, agar rapat bisa segera dimulai.”
“ Oke..siap bos…” sambil tersenyum legah sikebo menghubungi anggota rapat yang lain. Kok jam segini belum pada datang ya, tanyaku dalam hati. Padahal kan sms nya penuh ancaman, wah bakal rame nih.
Seperti sudah direncanakan anggota rapat yang lain muncul bersamaan dan berdiri didepan pintu dengan wajah polos tanpa dosa. Berdiri….belum juga ada satupun yang beranjak dari depan pintu. Akhirnya sisepi langsung mempersilahkan masuk, tentunya dengan nada yang tinggi.
“Ayo masuk…tunggu apalagi. Ngapain bengong didepan pintu kayak gitu. Kalian udah telat 30 menit. Kita sudah membuang waktu selama 30 menit.”
Tanpa basa-basi, mereka langsung masuk lalu masing-masing mengambil tempat. Ketua melanjutkan wejangannya.
“Waktu itu sangat berharga, jika kalian selalu datang terlambat seperti ini, perusahaan akan mengalami kerugian minimal rugi waktu. Kalian pernah dengar pepatah Waktu adalah uang.. Time is money?  Semoga kalian bisa belajar dari pepatah itu. Oke, rapatnya langsung kita mulai saja. Kalian tau kenapa siang bolong kayak gini saya mengadakan rapat tiba-tiba? Sudah dengar desas-desus tentang wabah penyakit kolera yang sudah meraja lela sampai ke daerah kita ini. Wabah penyakit itu mengancam keselamatan para ibu sapi perah penghasil susu, yang menjadi tonggak perusahaan kita. Wabah penyakit itu sangan berbahaya, menyerang siapa saja. Jadi rapat siang ini membahas tentang wabah penyakit menular itu. Bagaimana usaha kita agar penyakit itu tidak semakin menjalar didalam perusahaan kita ini. Sudah ada ibu sapi yang terkena penyakit itu. Sekarang dia sedang dirawat di RS perusahaan SUSAMU. Ada saran?”
Sikebo langsung mengacungkan tangan.
“Saya ada saran, gimana klo ibu sapi kita keluarkan sementara dari perusahaan dan kita bawa ke RS yang agak jauh agar tidak mengganggu ibu-ibu sapi yang lain… Si ibu sapi yang sakit itu akan tetap mendapatkan perawatan dari para ahli.  Ibu-bu sapi pasti akan ketakutan bila ibu sapi itu masih ada di sekitar perusahaan ini, bisa-bisa jiwa mereka akan terganggu sehingga akan berdampak pada produksi susu sapi murni kita. Karena jiwa yang baik akan menghasilkan susu sapi yang baik pula.”
Sianksa kemudian mengacungkan tangan pula…
“Maaf…bukankah kurang baik kalau kita mengeluarkan siibu sapi itu dariperusahaan. Kita kan masih membutuhkan dia, bagaimanapun juga dia sudah berjasa pada perusahaan kita. Dia sudah bekerja selama 10 tahun, menghasilkan susu sapi murni, yang tentunya itu sudah sangat…sangat membantu perusahaan kita. Apalagi dia masih punya anak yang harus disusui pula”
Sikebo menyela sisanksi…
“Lha saya kan bukan bermaksud untuk memecat si ibu sapi yang sakit. Hanya menyarankan agar dia dipindahkan untuk sementara sampai dia betul-betul sembuh dari penyakit kolera itu. Penyakit itu sangat berbahaya. Jika kita tidak cepat menanganinya, penderita akan mengalami kekurangan cairan tubuh dan itu terjadi sangat cepat. Dokter perusahaan kurang ahli menanganinya sehingga sampai hari ini si ibu sapi belum menunjukan kemajuan. Masih terus muntah mengeluarkan cairan tubuhnya. Dan muntahannya itu jika terkena kulit maka kita pun akan tertular penyakit berbahaya itu.”
“Oke.. semuanya tenang. Penjelasan sikebo tadi benar, penyakit kolera yang diderita si ibu sapi memang berbahaya dan jika dibiarkan terus akan mengancam ibu sapi yang lain, dan mungkin juga akan mengancam nyawa kita. Mungkin sebaiknya kita pindahkan dulu sementara si ibu sapi ke RS yang lebih bisa menangani dan punya peralatan serta obat-obatan yang lengkap untuk penanganan penyakit ini. Si ibunya bukan dipecat hanya dipindahkan sementara.”
“Mungkin terkait produksi susu, untuk bulan ini kita akan mengalami kekurangan stok susu sapi. Yang terpenting untuk rapat siang ini, saya menghimbau kepada kalian semua yang turut mengelola perusahaan kita, walaupun dalam bulan ini kita akan kekurangan stok susu sapi karena adanya penyakit kolera tersebut. Saya sangat berharap pada kalian semua untuk tidak melakukan kecurangan pada saa mengemas susu sapi kita. Kecurangan yang saya yang maksud yaitu jangan sampai ada dari kita yang mencampur susu dengan air. Karena sang Khalifa Umar Bin Khatab ra. Sudah melarang kita mencampur susu dengan air. Kita harus tetap menjaga kualitas dan tetap menjadi pedagang yang jujur meskipun kita akan mengalami kerugian bulan ini. Insya Allah ini adalah ujian bagi kita semua. Jika terus berada dijalan Allah, maka Allah akan memberi kemudahan pada kita. Ingat…Barang siapa yang menolong agama Allah, maka Allah akan menolong kita. Dan semoga si ibu sapi cegera sembuh dari sakitnya. Oke baiklah mungkin rapat siang ini, kita cukupkan sampai disini saja dulu. Ini yang penting dan mendesak itu yang ingin saya sampaikan. Semoga kita diberi kemudahan oleh Allah swt. Amiinn..   


Tidak ada komentar:

Posting Komentar